Posts Tagged: Pemain Muslim Rasis

Pemain Muslim dan Rasisme Serie A

Italia tidak pernah bebas dari permasalahan rasisme khususnya dari sektor sepakbola yaitu Liga Italia Serie A. Tak terhitung masalah yang melibatkan klub-klub Serie A yang disebabkan oleh permasalahan rasisme. Tidak hanya dari penonton saja, sesama pemain pun terkadang masih saja ada yang terlibat masalah karena persoalan rasisme.

Mehdi Benatia sempat terlibat masalah rasisme dengan salah satu stasiun tv Italia

Mehdi Benatia sempat terlibat masalah rasisme dengan salah satu stasiun tv Italia

Banyak hal yang mmenjadi penyebab pelecehan SARA di Liga Italia dan warna kulit menjadi salah satu penyebab terbesar. Akan tetapi selain perbedaan warna kulit yang bersumber dari perbedaan suku tersebut, perbedaan keyakinan/agama juga kerap menjadi penyebab. Seperti kejadian yang menimpa sosok Mehdi Benatia di awal bulan Mei lalu.

Sebagai sosok seorang pemain asing dan juga muslim Mehdi Benatia sempat mengalami pengalaman tidak menyenangkan sebulan silam. Dirinya merasa dipermalukan saat melakukan live telewicara dengan sebuah stasiun tv di Italia. Benatia mengaku bahwa dirinya mendengar kata-kata yang tidak pantas di studio tempat acara tersebut berlangsung.

Kejadian tersebut terjadi usai Juventus hanya berhasil meraih hasil imbang saat menjalani Derby Turin pada 7 Mei 2017 yang lalu. Padahal dalam laga tersebut Il Bianconeri berstatus sebagai tuan rumah. Benatia yang pada saat itu kebetulan menjadi narasumber telewicara seperti menjadi bulan-bulanan hingga dirinya harus mendengar kata-kata kurang pantas.

Benatia Disebut ‘Maroko Sialan’

Sebuh acara televisi swasta di Italia tertangkap kamera saat melakukan tindakan rasisme kepada bek Juventus, Mehdi Benatia. Benatia saat itu tengah terlibat telewicara dengan stasiun TV tersebut usai Juventus meraih hasil imbang 1-1 atas Torino pada 7 Mei lalu. Pada saat itu, Benatia yang tengah diwawancara lewat telepon tersebut terlihat mencari sumber suara tersebut.

Stasiun TV Rai yang melakukan tindakan rasisme kepada Mehdi Benatia

Stasiun TV Rai yang melakukan tindakan rasisme kepada Mehdi Benatia

Benatia tengah menjawab pertanyaan pewawancara tersebut, akan tetapi di tengah-tengah mantan pemain Bayern Munchen rtersebut menghentikan kata-katanya. Sang pemain menghentikan jawabannya karena dirinya mengaku mendengar seseorang di studio melontarkan kata-kata berbau rasisme terhadap dirinya.

“Tunggu, siapa itu yang berbicara tadi? Suara siapa itu? Saya mendengan seseorang berbicara disana, coba ulangi lagi perkataan tersebut. Saya mendengar kata-kata tidak pantas yang menyinggung saya.” ujar Benatia dalam telewicara tersebut.

Pihak televisi tersebut pun segera memotong telewicara tersebut dengan berkata bahwa terjadi masalah teknis. Akan tetapi salah satu official pers Juventus mengatakan bahwa Benatia tersulut emosinya lantaran mendengar ujaran rasis ketika sedang telewicara tadi. Terkait hal ini, pihak stasiun televisi tersebut pun segera mengklarifikasi permasalahan ini.

Pihak Stasiun Televisi Akhirnya Meminta Maaf

Benatia telah terima permintaan maaf dari stasiun TV Rai

Benatia telah terima permintaan maaf dari stasiun TV Rai

Sebelum akhirnya permasalahan ini menjadi besar, akhirnya stasiun televisi asal italia yang diketahui bernama bernama Rai 2 TV tersebut menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada Benatia. Dilansir sebuah media berita online asal Arab dalam berita mereka yang diberi judul تعثرت محطة التلفزيون الإيطالية حالة من العنصرية (Stasiun TV Italia Tersandung Kasus Rasisme), pihak televisi tersebut meminta maaf secara on air.

“Rai dengan tulus menyesalkan insiden rasisme yang menyedihkan yang melibatkan pemain Juventus Benatia dalam program Calcio Champagne kami dan untungnya tidak terdengar oleh para penonton, karena hal itu tidak disiarkan,” ujar salah satu penyiar Rai menyampaikan permintaan maaf mewakili stasiun tv tersebut.

“Rai telah menggerakkan semua upaya untuk mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi dan saat ini analisis teknis mengecualikan bahwa frase yang tidak dapat diterima diucapkan oleh perusahaan kami. Penyelidikan tetap berlanjut namun mengingat beratnya apa yang terjadi pada Rai, sementara itu, kami menawarkan solidaritas lengkap dan menyeluruh kepada pemain dan klubnya.”